Karya Inspirasi Indonesia
Sabtu, 03 Maret 2018
Puisi Pendidikan
Guru ‘Digugu dan ‘Ditiru’
Pelitamu Menerangi gelapnya kebodohan Menerangi petangnya kesesatan Menjadikan terang dalam hitam
Guru Hatimu terketuk begitu mulia Kau korbankan jiwa ragamu Membuka ladang dan pintu ilmu Menyemai bibit baru keikhlasan
Guru Semoga tunasmu kini, Tumbuh lebih banyak Tumbuh lebih subur Untuk terus memanen hasil ketulusan
Baktimu tak akan usang Jiwa mu tak akan lenyap Hatimu tak akan padam Demi berbakti kepada negeri
Guru ‘Digugu’ dan’Ditiru’
ESSAI PENDIDIKAN - MUSKINUL FUAD
Membenahi Kualitas Pendidikan Menghadapi Kompetisi Global
Pendidikan selayaknya sudah menjadi sebuah kebutuhan prioritas yang harus dirasakan oleh setiap insan manusia sebagai dasar dan pegangan untuk bercengkerama melakukan aktivitas sosial dengan individu lainnya. Selain itu masih banyak sekali tatanan yang dapat mengartikan dan mengfungsikan pendidikan dalam arti serta cakupan yang lebih luas lagi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Pendidikan yaitu sebuah proses pembelajaran bagi setiap individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan yang diperoleh secara formal tersebut berakibat pada setiap individu yaitu memiliki pola pikir, perilaku dan akhlak yang sesuai dengan pendidikan yang diperolehnya.
Peranan pendidikan mengadapi kompetisi global memegang peranan penting untuk menjadikan Bangsa Indonesia sebagai Bangsa Pemenang dalam setiap kompetisi dan tantangan yang dihadapi kedepannya. Pendidikan merupakan sektor paling sensitif yang bisa dilihat karena memiliki peranan yang sangat strategis dalam mencapai tujuan sektor yang lain. Untuk itu diperlukan adanya kerjasama dan soliditas yang kuat dan kokoh bersama memegang serta mengupayakan yang terbaik khususnya untuk sektor pendidikan agar tujuan mewujudkan cita-cita tersebut bisa tercapai.
Pemerataan pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya mencapai ataupun menyentuh seluruh lapisan sosial masyarakat, terutama kaum akar rumput yang mungkin terhalangi oleh faktor kemiskinan. Berdasarkan UUD ’45 Pasal 31 (1) menyebutkan bahwa ‘Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan’. Untuk itu pemerintah harus memahami situasi yang ada saat ini untuk membuka dan meningkatkan akses nya agar seluruh lapisan sosial masyarakat bisa merasakan dan menikmati pendidikan dasar. Daerah 3T ataupun yang seringkali disebut Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar pun cukup menjadi perhatian dan penanganan yang serius dari pemerintah. Mereka harus memiliki hak yang sama dalam pendidikan.
Satu hal yang perlu disadari bahwa penguatan karakter bangsa merupakan satu indikator tercapainya peranan etika dan moral. Pada hal yang sama, penguatan pendidikan karakter merupakan sebuah upaya integritas dalam mendukung karakter bangsa. Dengan penguatan pendidikan karakter tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan abad ke 21 yang semakin kompleks dan beragam. Pendidikan karakter harus menjadi landasan yang kuat karena menyangkut etika budi pekerti serta teladan. Dengan adanya pendidikan karakter yang diterapkan secara berkelanjutan diharapkan mampu menjadi cermin yang mendasar bahwa bangsa ini mampu berupaya dan mempertahankan nilai-nilai yang sudah menjadi tujuan dan cita-cita Bangsa Indonesia.
Di era global seperti ini peranan Sumber Daya Manusia (SDM) harus bisa meningkatkan kualitasnya menghadapi tantangan dan persaingan yang semakin beragam. Abad 21 juga telah menciptakan iklim ekonomi pasar bebas yang artinya tidak terikat oleh jarak garis teritorial negara. Peranan para pemuda sebagai tongkat estafet yang akan meneruskan tonggak perjuangan harus lebih maksimal lagi meningkatkan kualitasnya dalam menghadapi kemajuan teknologi. Oleh sebab itu, pendidikan merupakan satu hal yang wajib diraih dalam rangka mewujudkan karakter bangsa yang tercermin dengan sikap dan perubahan yang positif. Indonesia dalam waktu dekat juga akan merasakan Bonus Demografi yang artinya meningkatnya jumlah penduduk usia produktif secara signifikan. Dalam menyongsong hal tersebut, pendidikan harus menjadi suatu wadah yang optimal untuk mencapai era demografi.
Dengan demikian pendidikan diharapkan mampu dan turut serta menjadi sektor yang bisa menghadapi kompetisi global dengan berbagai kemajuan arus teknologi dan informasi serta mampu membangun peradaban bangsa dan mencerdaskan kehidupan bangsa seperti amanat yang sudah tertuang dalam undang-undang.
Selasa, 06 Desember 2016
Darah Perjuangan
Darah Perjuangan dihadapan Penerus Negeri
Begitu lama Bangsa Indonesia merasakan penderitaan dengan kehadiran para penjajah yang menguras kekayaan alam Indonesia ini. Betapa kejamnya mereka menindas seolah boneka permainan. Rasa kemanusiaan sirna kelam berdampingan dengan kelamun wajah suram.Tak ayal jika setonggak bambu runcing berhadapan dengan senapan lengkap dan pasukan meriam. Begitu berat beban penderitaan yang dirasakan rakyat dengan terpaksa menjadi pelayan para pengalih kekuasaan yang sewenang wenang. Hanyut haru perasaan derita dengan cucuran keringat tiada henti.
Dengan semangat juang melepas belenggu derita , harapan rakyat tersatukan tekad untuk meraih kemerdekaan. Mengorbankan jiwa raga demi bangsa Indonesia, merekalah para pahlawan. Semangat membara melawan para penindas negeri ini. Mereka mempertaruhkan nyawa demi ibu pertiwi. Tidak akan ada perjuangan tanpa sebuah pengorbanan. Tumpah darah para pahlawan demi kemerdekaan. Perjuangan para pahlawan menuai tonggak sejarah besar yang tidak akan terlupakan. Tunai sudah pengorbanan kepada bangsa dan negara dengan meraih kemerdekaan.
Kini kemerdekaan sudah diraih, bukan berarti perjuangan untuk mempertahankannya terhenti. Para generasi muda sudah selayaknya mampu menjadi seorang pahlawan untuk mengharumkan nama negeri ini. Karenanya pahlawan bukan hanya berjuang demi negerinya, melainkan mereka yang rela berkorban tanpa pamrih bisa membantu sesama di dalam kebaikan serta mereka yang mampu mengukir pretasi disegala bidangnya. Namun sayang, dewasa ini banyak para pemuda yang sedikit mencoreng nama baiknya dengan perbuatan yang kurang baik. Mereka yang seharusnya menjadi kebanggaan sebagai generasi penerus bangsa justru tergerus dan tergoyahkan dengan terbawa arus perkembangan jaman. Kurangnya rasa nasionalisme yang tertanam dalam diri generasi penerus bangsa menjadikan tidak sedikit dari mereka yang menjadi cikal yang akan menodai bangsa ini di masa yang akan datang.
Menumbuhkan jiwa nasionalisme pada generasi muda sangat penting dilakukan sejak dini, contohnya melalui penanaman pendidikan karakter, pembelajaran etika dan moralitas bagi generasi muda. Hal tersebut dapat mencegah perilaku menyimpang yang mengarah kepada penjajahan karakter generasi muda yang merupakan aset potensial sebagai penerus cita cita dan perjuangan bangsa serta sumber insani bagi pembangunan bangsa dan negara.
Pendidikan juga mempunyai peran yang sangat penting sebagai pembentuk jiwa yang berkarakter. Melalui pendidikan dapat ditanamkan jiwa nasionalisme kepada para generasi penerus negeri ini. Pendidikan yang diterapkan bukan hanya sekedar teori belaka, melainkan dalam contoh tindakan nyata yang bias diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Beberapa tindakan nyata untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme semisal dengan melestarikan budaya serta bangga akan produk dalam negeri.
Sudah saatnya para generasi muda ikut andil dan memiliki sebuah peranan yang positif untuk mengisi kemerdekaan. Peranan sebagai pahlawan muda dengan prestasi yang dapat dibanggakan dan kemampuan yang dapat diandalkan dengan tidak melupakan serta menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur mengorbankan apapun demi bangsa Indonesia ini. Para generasi muda inilah yang akan meneruskan tonggak perjuangan bangsa ini.
Dengan keberadaan para generasi muda yang telah tertanam jiwa nasionalisme yang kuat, mereka akan menjadi sebuah karakter bangsa yang tercermin dengan sikap perubahan positif yang akan menghasilkan kemajuan pesat. Dimulai dengan hal hal yang kecil, mereka akan terlatih dan tertanam sikap perilakunya yang baik. Menjadi seorang pemimpin dengan sikap tanggung jawab dan memiliki nurani bersih yang akan menjadikan negeri ini berdaulat dengan keadilan yang menyeluruh.
Tongkat estafet perjuangan sudah dihadapan para kader muda. Saatnya yang muda berkarya dengan kreatif dan inovatif. Mempertahankan bangsa ini demi tumpah darah para pahlawan yang telah berjuang dengan mengisi kemerdekaan yang sebaik baiknya. Mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan mengukir prestasi dan menjadi sebuah kebanggaan. Dengan demikian,bangsa ini akan jauh lebih hebat dan maju dengan berbagai hasil karya perubahan yang diperankan para pahlawan muda Indonesia.
Muskinul Fuad
Langganan:
Postingan (Atom)